Two Things That Destroy a Relationship

by Melita Rahmalia

 

Haii readers, di post ini aku mau sharing apa saja hal-hal yang bisa merusak hubungan 🙁

Sepertinya, hampir semua orang menginginkan hubungan yang langgeng. Namun, ternyata tidak semua orang bisa mendapatkannya. Banyak yang harus kandas di tengah jalan karena satu dan lain hal. Pengkhianatan, misalnya.

Pengkhianatan adalah salah satu hal yang bisa menghancurkan hubungan. Namun, pengkhianatan disini bukan cuma tentang selingkuh, lho, Banyak hal yang bisa membuat seseorang merasa terkhianati dalam hubungan selain adanya WIL atau PIL.

Dua hal yang mendasari prinsip pengkhianatan, menurut John Gottman, salah satu pakar relationship science dunia, adalah  1) deception yaitu ketika seseorang menyembunyikan keinginan dan kebutuhannya yang sesungguhnya dari pasangannya karena ingin menghindari konflik, dan 2) ketika seseorang menginginkan kedekatan emosional dengan orang lain yang bukan merupakan pasangannya.

Manifestasi kedua hal ini bisa ditemukan dalam beberapa sikap yang akan menjerumuskan seseorang menjadi merasa seperti terkhianati. Prinsipnya, seharusnya sebagai pasangan, satu sama lain saling membangun kepercayaan, menghormati, dan melindungi satu sama lain. Segala hal yang menodai prinsip tersebut sebenarnya sudah bisa dibilang sebagai “pengkhianatan”.

Salah satu sikap pengkhianatan ini adalah misalnya emotional cheating. Kalau kita mempunyai hubungan persahabatan dengan lawan jenis yang sebenarnya ingin kita sembunyikan dari pasangan kita, maka hal tersebut sudah masuk kategori “emotional cheating”.

Contoh lainnya, adalah conditional love. Salah satu contoh conditional love misalnya adalah ketika salah satu pasangan merasa tidak bisa 100 % berkomitmen penuh memberikan apa yang diinginkan oleh pasangannya. Seseorang yang menikahi seorang wanita tapi tidak mau mempunyai anak darinya, misalnya.

Selain itu, emotional withdrawal juga merupakan salah satu bentuk pengkhianatan. Kita melakukan emotional withdrawal ketika kita lebih memilih untuk memprioritaskan hal-hal lain di atas urgensitas keperluan pasangan/keluarga, atau ketika kita menolak untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pasangan kita secara emosional. Sebuah hubungan yang sehat dan erat membutuhkan dua orang manusia yang saling membantu dalam masa sulit dan saling bangga dan senang dalam masa bahagia. Jika salah satu kebutuhan ini tidak dipenuhi, salah satu bisa merasa terkhianati, walaupun tidak ada perselingkuhan yang terjadi. Nah, mereka yang jarang memenuhi permintaan emosional dari pasangannya, misalnya hanya 3 kali dari 10 permintaan, sangat rawan untuk bercerai. Dan mereka yang sering memenuhi permintaan emosional dari pasangannya, sekitar 8 – 9 kali dari 10 permintaan, jauh lebih aman kehidupan percintaannya.

Jadi, inget ya untuk menghindari melakukan hal-hal di atas dengan pasangan kita. Juga bantu pasangan kita agar tidak melakukan hal-hal tersebut dengan menjaga terus komunikasi yang baik, jujur dan terbuka. Nah, semoga kita semua terhindar dari hubungan yang tidak harmonis! 🙂

 

Leave a Comment