Topik Pembicaraan Yang Harus Kamu Lakukan Untuk Persiapan Menikah

by Melita Rahmalia

Hai readers, apakah kamu mulai kepikiran untuk melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius lagi? Nah, di tahap ini, sebenarnya banyak sekali beberapa topik pembicaraan yang harus kamu lakukan dengan pasangan kamu. Karena, pernikahan tentunya tidak cukup hanya dengan perasaan sayang saja. Berdasarkan data tahun 2014 di Indonesia, sekitar hampir 400,000 kasus perceraian terjadi di Indonesia, dan 70 per sen perceraian ini diinisiasi oleh pihak perempuan. Bahkan, statistik pertumbuhan  angka perceraian di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Pasifik. Ternyata, tren pernikahan muda yang sempat naik beberapa tahun terakhir, berbanding lurus dengan peningkatan perceraian. Agar hubungan kamu berlangsung langgeng dan awet, yuk pastikan si dia bukan hanya sayang sama kamu, tetapi juga memang orang terbaik untuk menjalani hubungan pernikahan denganmu. Jika melihat dari sebab orang bercerai di Indonesia, ditemukan bahwa empat penyebab utama perceraian adalah hubungan tak lagi harmonis, tidak ada rasa tanggungjawab, kehadiran pihak ketiga, dan faktor ekonomi. Untuk memperkecil kemungkinannya, let’s have the talk with your partner!

  • Money Talks

Yuk coba bayangkan skenario seperti ini misalnya: Mawar adalah seorang perempuan pekerja keras dari keluarga sederhana yang menginginkan untuk hidup lebih enak dari yang selama ini ia rasakan dari keluarganya. Sementara Fadli adalah lelaki dari keluarga yang berkecukupan yang cenderung merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Mawar berpendapat bahwa semua uang yang dimiliki Fadli harus dikelola bersamaan, sementara Fadli cenderung lebih memilih untuk menyimpan uangnya sendiri dan memberikan Mawar alokasi yang spesifik setiap bulannya. Jumlah yang diberikan Fadli selalu tidak terasa pas di hati Mawar. Beberapa tahun pernikahan dijalani bersama, namun kemajuan ekonomi yang diharap-harapkan oleh Mawar tidak juga terlihat sama sekali dalam diri Fadli. Kekecewaan Mawar sangat dirasakan oleh Fadli, yang akhirnya memutuskan sering menjauh dari rumah agar tidak bertengkar terus. Akhirnya Mawar memutuskan untuk menggugat cerai suaminya karena tidak tahan dengan pernikahan yang tidak sesuai dengan harapan.

It seems so simple: bermula dari perbedaan ekspektasi tentang pengelolaan keuangan dan kemajuan ekonomi.  Tapi ternyata efeknya begitu besar.

Segudang skenario tentang persoalan ekonomi dalam rumah tangga akan kamu hadapi ketika kamu menikah nanti. Semakin sama perspektif kamu dan calonmu dalam mengelola keuangan dalam pernikahan, semakin mudah kalian mengatasinya. Coba cek sekali lagi, apakah kamu dan calonmu mempunyai nilai yang sama dalam pengelolaan keuangan? Apakah kalian berdua menginginkan hal yang sama? Atau sama sekali berbeda? Beberapa pertanyaan yang harus dibicarakan antara lain pembagian pekerjaan dalam rumah tangga, gaya hidup seperti apa yang akan kalian jalani setelah menikah nanti, siapa yang akan memegang kendali keuangan, dan bagaimana perencanaan keuangan yang akan kalian lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, kamu juga perlu melihat track recordnya dalam mengelola keuangan. Ternyata sebagian besar penyebab istri lebih banyak mengajukan perceraian adalah karena sosok lelaki yang tidak bertanggungjawab. Nah, coba kamu observasi selama ini apakah ia mampu bertanggungjawab dalam hal keuangan? Apakah track recordnya bagus dalam memegang pekerjaan dengan baik dan secara jangka panjang? Apakah ia punya tabungan, punya investasi, mengelola uangnya sendiri, mampu melakukan budgeting, dan membiayai semua kebutuhan pribadinya sendiri? Cari tahu juga bagaimana ambisinya dalam membangun kemajuan ekonominya, apakah berbeda dari harapanmu? Ini juga harus dikomunikasikan.

  • Track Record Berhubungan

Hubungan tak lagi harmonis menjadi penyebab paling umum perceraian terjadi. Hal yang paling mudah yang bisa kalian amati adalah, bagaimana ia menjalin hubungan jangka panjang dengan orang-orang lain di sekitarnya? Apakah ia punya jalinan pertemanan yang sudah dibina bertahun-tahun? Bagaimana dengan teman kerjanya atau teman sekolahnya? Masihkah ia menjalin hubungan baik dan terjaga dengan mereka? Atau semua orang yang menjadi temannya adalah orang baru atau sekedar kenalan? Bagaimana kualitas hubungan mereka? Kalau semua orang yang menjadi temannya hanyalah orang yang baru dikenalnya atau level hubungannya hanya sekedar kenalan saja, hmmm…beware.

Kamu adalah manusia biasa yang pasti punya banyak kekurangan dan mungkin tak selalu menyenangkan. Orang yang biasa menjalin hubungan jangka panjang dengan orang-orang di sekitarnya sudah menunjukkan kemampuan mereka dalam menerima orang lain dengan segala kekurangan dan ketidakcocokan mereka serta mampu tetap menjalin hubungan baik di tengah berbagai keadaan tersebut. Dan orang seperti inilah yang kamu inginkan untuk menjalani pernikahan bersama, bukan orang yang “lari” ketika ada hal-hal yang tidak menyenangkan dari orang-orang di sekitarnya.

  • Kemampuan Mengatasi Konflik

Kemampuan mengatasi konflik ini adalah hal yang sangat krusial sekali. Karena jika kalian baik dalam hal ini, maka sudah bisa meminimalisir terjadinya dua kemungkinan terbesar perceraian: hubungan tak lagi harmonis dan hadirnya orang ketiga. Sudah menjadi pemahaman setiap orang bahwa hadirnya orang ketiga kerap kali disebabkan oleh perasaan tidak puas antara kedua belah pihak, yang tidak dibicarakan dan dikomunikasikan dengan baik. Atau dibicarakan dan dikomunikasikan, namun tetap tidak berujung kepada solusi yang menyenangkan bagi kedua belah pihak. Akibatnya, satu pihak mencari orang lain yang bisa memberikan apa yang dibutuhkannya secara diam-diam.

Bisakah pasanganmu membicarakan kebutuhannya dengan baik kepadamu? Bagaimana kalian saling merespon jika salah satu mengomunikasikan kebutuhannya? Jika ada dua keinginan yang saling bertentangan dalam hubungan kalian, bagaimana kalian mengompromikan dan menemukan jalan keluarnya? Jika ada kejadian tidak menyenangkan terjadi dalam hidupnya, bagaimana ia menghadapinya?

Semakin sedikit gesekan yang terjadi di antara kalian ketika menghadapi perbedaan, semakin besar kemungkinan kalian bisa langgeng. Karena perbedaan tersebut akan selalu ada, kalian butuh seseorang yang mampu menegosiasikan dan menemukan jalan keluar dari perbedaan dengan cara yang berkelas, atau setidaknya, sesuai dengan selera kalian dan cara kalian menegosiasikan perbedaan.

  • Values Talk

Keempat hal yang disebutkan sebagai penyebab perceraian akan bisa diminimalisir jika kalian mempunyai value yang sama. Bukan hanya value yang sama, tapi bagaimana kalian memaknai value tersebut dan menempatkannya dalam urutan prioritas hidup. Maksudnya?

Misalnya saja, kembali ke Mawar dan Fadli. Mereka sama-sama menginginkan kehidupan yang nyaman secara ekonomi. Namun, jika Fadli cenderung ingin berhenti pada satu titik kenyamanan ekonomi, Mawar ingin terus meningkatkannya. Disini, terlihat bahwa Mawar menempatkan kenyamanan ekonomi pada prioritas hidup yang jauh lebih tinggi daripada Fadli. Mungkin bagi Fadli, itu juga penting, tapi penting nomor empat, lima, enam. Sementara bagi Mawar, itu adalah nomor satu dalam hidupnya.

Semakin banyak value yang sama diantara kamu dan pasanganmu, dan semakin dekat kalian menempatkannya dalam urutan prioritas hidup kalian masing-masing, semakin besar kemungkinan kamu dan pasanganmu bisa langgeng dalam pernikahan.

 

Nah itulah keempat topik yang harus kamu bicarakan ketika ingin mulai serius beranjak ke tahap pernikahan. Ribet, tapi kalau nggak dilakuin, akan jauh lebih ribet ke depannya. Mudah-mudahan kita semua dikaruniai hubungan pernikahan yang indah dan nggak terlalu ribet ya, Aamiiin….

Photo by Micheile Henderson on Unsplash

Leave a Comment