Pelajaran dari Musibah

by Melita Rahmalia

Dhimas adalah seorang dokter yang sedang meneruskan pendidikannya. Jadwal yang padat mulai dari penempatan di rumah sakit, kuliah, sampai tugas-tugas kuliah terkadang menuntutnya untuk kadang tidak tidur. ‘Bisa istirahat 15 menit saja sudah beruntung’, ujarnya mengenang keadaannya saat itu. Kelelahan yang luar biasa membuatnya suatu ketika membatin, ‘Ya Allah, aku ingin istirahat..kangen tempat tidur.’

Suatu ketika, Dhimas ambruk di rumahnya. Trauma tumpul terindikasi di bagian atas kepalanya, sehingga ia tidak sadarkan diri. Kepalanya harus dibuka dan ia koma 5 hari. Bahkan ketika itu, teman-temannya mengira ia tidak akan bisa bertahan.

Tapi bukan Dhimas namanya kalau menyerah. Setelah beberapa saat, ia kembali sadar dan harus menjalani terapi 6 bulan agar sarafnya bisa pulih kembali. Kini, Dhimas sudah melewati masa 6 bulan tersebut dan sarafnya perlahan pulih. Namun, tangannya, kakinya, berbagai anggota tubuhnya, kini terasa sangat lemas. Khususnya, bagian kirinya. Trauma tumpul yang menimpa bagian kanan atas kepalanya jelas mempengaruhi bagian kiri anggota badannya. Terasa lemah dan tidak bisa menggerakannya, Dhimas seolah terlahir kembali. Ia harus melatih ulang semua gerakan tangan dan kakinya dengan berbagai jenis terapi. Setelah 31 tahun lelah bekerja dan belajar, Dhimas sekarang mendapati doanya dikabulkan. Ia kini harus berada lama di tempat tidur.

‘Sekarang, justru gue di tempat tidur terus’ ujarnya.

Namun, si dokter tangguh ini  berusaha tetap ikhlas, sabar dan pasrah menghadapi semuanya, sambil tetap menjaga semangatnya dalam pemulihan.

Dhimas sekarang menasihati keluarga dan teman-temannya untuk mengingat dirinya ketika sedang mengeluh capek.

“Jangan ngeluh capek, syukuri saja apa yang sedang dilakukan dan dihadapi. Lo beruntung masih punya tangan dan kaki yang bisa berfungsi normal…”

Ia juga tambah meyakini bahwa ucapan adalah doa.

Dhimas menelepon saya pada hari Minggu, 12 Desember, setelah Maghrib, setelah sebelumnya ia baru saja menemukan saya kembali di Instagram.  Ia memberikan pesan dari Allah untuk saya yang selalu mengeluh capek padahal sudah memiliki begitu banyak fasilitas dalam hidup dari Allah. Dhimas adalah salah satu teman kuliah saya yang paling sincere, kind, and good-hearted. I wish him all the best. Dhimas, you are my inspiration. 

You may also like

3 comments

Mulyanto Desember 20, 2017 - 4:20 am

Trims..cerita ini sungguh berkesan…..memberikan inspirasi dan motivasi..utk yg membacanya..

Thank you for your kindness and So Kind to me..
All. the best.i to. Your all. Family…

Your. Partner.

Mulyanto/pontianak. .kalbar

Reply
Melita Rahmalia Desember 21, 2017 - 3:06 pm

Thank you Pak Mulyanto sudah berkunjung ke website saya…you are welcome Pak, semoga sukses selalu, Amin.

Reply
SATRIO BUDHI PURNOMO November 28, 2018 - 4:00 pm

? jangan pernah mengeluh, karena di luar sana masih bnyak orang yg lebih susah dari kita…tetap bersyukur, Allah ga pernah tidur…nikmati segala nikmatNya…

Reply

Leave a Comment