Game of Thrones Series: Belajar dari Daenerys Targaryen

by Melita Rahmalia

Mungkin, sama seperti banyak orang lainnya yang mengikuti serial Game of Thrones, kamu juga mengidolakan Daenerys Targaryen.  Sebagai seorang perempuan, Daenerys Targaryen memang bisa dibilang sebagai salah satu ultimate role model untuk seorang perempuan. Yuk, belajar dari Daenerys Targaryen! Walaupun ia adalah seorang tokoh fiktif, jangan biarkan hal tersebut menghentikan kita untuk mengambil pelajaran dari kisah hidupnya. Karena belajar bisa dari mana saja, kan? Termasuk dari kisah fiksi.

Apa saja yang bisa diambil pelajaran dari kisah hidup Daenerys Targaryen?

1. Nggak Perlu Show Off, Gunakan Kekuatanmu Hanya Ketika Kamu Memerlukannya

Ketika kita pertama kali bertemu dengan Daenerys di season pertama Game of Thrones, ia tidak terlihat seperti orang yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan. Ia dipaksa menikah dengan penguasa tanah asing oleh kakaknya dan tidak pernah ditanyakan pendapatnya. Namun, sebenarnya, ia mempunyai kekuatan tersembunyi. Tiga telur naga super panas dan air mendidih di bak pemandiannya, yang bisa dengan mantap menyentuh tubuhnya tanpa menyebabkan perubahan apapun, membuat penonton paham akan kekuatannya: Mother of Dragons yang tidak terluka dengan api. Namun, Daenerys tidak serta merta mengungkapkannya. Ia baru menunjukkan siapa dirinya ketika waktunya tiba.

Dalam hidup, tidak perlu semua kekuatanmu kamu umbar. Takutnya, malah mengundang bencana jika ada yang iri, atau mau memanfaatkan kekuatanmu. Apalagi jika kekuatan tersebut masih kamu olah, belum terbentuk sepenuhnya. Daenerys pun menunggu hingga telur naganya tumbuh dan merawatnya dengan baik sebelum ia mengambil tantangan yang lebih besar lagi. Simpanlah, dan hanya tunjukkan sesuai dengan kadarnya.

2. Stay True to Your Vision and Principles

Daenerys mampu bertransformasi dari seorang anak perempuan yang dijual untuk menjadi istri penguasa tanah asing sampai menjadi seorang penguasa beberapa wilayah sekaligus. Transformasinya ini tentu saja memerlukan komitmen untuk terus berkembang. Walaupun banyak rintangan menghadang, selama perjalanan hidupnya, ia tidak pernah kehilangan kebesaran hatinya dan ketika tiba saatnya mengambil keputusan, ia akan mengambil keputusan yang sesuai dengan hati dan pikirannya.

Daenerys juga sangat percaya diri dengan selalu mengumumkan gelarnya yang panjang, dan mengumumkan siapa dirinya. Tidak ada yang bisa berdebat dengannya kalau ia sudah mengumumkan siapa dirinya. Tidak ada keraguan pada diri pengikutnya bahwa ia adalah seorang ratu yang pantas untuk diikuti. Hal ini karena memang Daenerys sendiri selalu percaya dan mengomunikasikan visinya sebagai seorang ratu.

Likewise, mantapkanlah dirimu, visimu dan prinsipmu. Dalam hidup, kalau kita bisa stay true to those things, immediately people understand and follow.

3. Dengarkan Saran Penasihatmu

Daenerys mengelilingi dirinya dengan penasihat yang jauh lebih paham keadaan dengan detail: mulai dari Missandei, yang tadinya merupakan seorang budak yang menjadi penerjemah di Astopor, Tyrion Lannister, lelaki pintar politik dan negosiasi dari keluarga Lannister, dan Ser Jorah Mormont, mantan ksatria yang melengkapi keahlian penasihat-penasihat Daenerys. Setiap kali dilanda masalah, Daenerys akan membicarakannya dengan mereka dan ia juga kebanyakan mendengarkan pendapat mereka. Walaupun hubungan mereka tidak selalu lancar, namun tidak bisa dipungkiri bahwa Daenerys sangat mempercayai saran-saran penasihatnya.

Selalu kelilingi dirimu dengan orang-orang positif yang bisa memberikan kamu nasihat yang berharga. Karena nggak ada orang yang bisa sukses sendirian. So, dengarkan kritik membangun dari mereka untuk kebaikan kamu sendiri.

4. Saran Praktis tentang Kepemimpinan

Ada satu hal yang bisa dicontoh dari Daenerys Targaryen tentang kepemimpinan: ia selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi para pengikutnya, termasuk dalam hal kebebasan. Ketika Missandei dijual kepadanya oleh para Master Slave di Astopor, ia malah membebaskan Missandei dan memberikan pilihan apakah ia mau menjadi asisten dan penasihatnya. Ketika para tentara Unsullied sudah berhasil direbut dari para Master Slave, ia juga memberikan kebebasan kepada mereka. Kebebasan dan keadaan yang lebih baik dari yang pernah mereka terima sebelumnya dari orang lain, itulah yang membuat mereka semakin setia dan percaya dengan Daenerys.

Kalau kamu diberikan tanggungjawab dan kepercayaan sebagai seorang pemimpin, pastikanlah bahwa kamu bisa memberikan motivasi yang baik kepada orang-orang yang berada di bawah kamu. Pastikan bahwa kamu bisa memberikan mereka apa yang mereka butuhkan. Always remember that loyalty is earned!

Well, itu empat pelajaran dari kisah hidup Daenerys yang paling kentara menurut saya. Bagaimana menurut kamu? Kalau kamu juga fans berat Daenerys, boleh banget ya comment di bawah, apa yang menurut kamu bisa banget kita petik buat jadi life lessons. Thank you!

Photo source.

Leave a Comment