7 Nama-nama Agung Allah Yang Disebutkan Berulang-ulang di Qur’an

by Melita Rahmalia

Salah satu aktivitas yang saya jalani adalah mengusung komunitas @woke.id, platform untuk para perempuan Muslimah mengelola pengetahuan mereka tentang Islam dan menjadikannya bahan untuk pengembangan diri mereka. Sebagai bagian dari komunitas tersebut, kita mengadakan Brunch and Book Club sebulan sekali untuk membahas buku-buku dengan topik-topik tertentu.

Dalam sesi Brunch and Book Club ini, sempat diadakan Giveaway buku. And I won it, Alhamdulillah! The book is called “The Most Excellent Names of Allah” by Abu Ahmed Farid, published by Dakwah Bookstore in Malaysia.  There is only very few other topics I can get very enthusiastic about!

Selain menjelaskan Asmaul Husna sebagai salah satu cara yang paling ampuh untuk “memanggil” Allah, berdoa kepadaNya dan memohon keperluan kita, di buku ini juga dijelaskan nama-nama Allah, artinya, serta berapa kali nama ini disebutkan di dalam Al-Qur’an (dan ternyata ada beberapa nama yang tidak disebutkan di Qur’an tapi dijelaskan oleh RasulAllah SAW).

Nah, dari 99 nama Allah yang dijelaskan di buku ini, ternyata saya perhatikan ada 7 nama diantaranya yang disebutkan jauh lebih banyak dari yang lain.

Ibarat personal branding, Allah memilih untuk mengulang-ulang terus 7 “key message” atau “key branding” tersebut ketika mengenalkan diri-Nya.

Hmm…well, kalau mau kenal Allah, mungkin kita bisa coba pelajari dulu 7 nama yang berulang-ulang terus disebut di Qur’an ini kali ya? After all, nggak ada yang random di Qur’an kan?

Apa saja nama-nama yang disebutkan jauh lebih banyak itu?

  1. Allah – The One True God Worthy to be Worshipped Alone – 2724 kali

Mengenal Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi, mendapatkan porsi penyebutan di Al-Qur’an sekitar 2724 kali. Saking pentingnya, tiga kali lipat disebut lebih sering dari posisi kedua, yaitu Rabb.

Pekerjaan rumah manusia yang pertama ketika belajar mengenal Allah, ternyata meng-Esa-kan diriNya dalam beribadah. Allah, bukan pada tempatnya Dia diduain. Karena emang nggak ada lagi yang bisa kayak Allah. Kalau kita ngeduain Allah, menempatkan sesuatu pada tingkat yang harusnya cuma Allah saja yang ditempatkan, ternyata bahaya karena hitungannya kita udah dzalim (“menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya”, definisi harafiah kata-kata dzalim). Catet ya, dear self.

  1. Ar-Rabb – The Lord – 900 kali

Kata Rabb berarti Pemilik, Pengatur, Pemelihara, dan Penguasa.

Imam Ibnu Jarîr ath-Thabari rahimahullah memaparkan: “(Kata) Rabb dalam bahasa Arab memliki beberapa (pemakaian) arti. Penguasa yang ditaati di kalangan orang-orang Arab disebut rabb …, orang yang memperbaiki sesuatu dinamakan rabb …, (demikian) juga orang yang memiliki sesuatu dinamakan rabb. Maka Rabb kita (Allâh Azza wa Jalla) yang maha agung pujian-Nya adalah penguasa yang tidak ada satu pun yang menyamai dan menandingi kekuasaan-Nya, dan Dialah yang memperbaiki (mengatur semua) urusan makhluk-Nya dengan berbagai nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada mereka, serta Dialah pemilik (alam semesta beserta isinya) yang memiliki (kekuasan mutlak dalam) menciptakan dan memerintahkan (mengatur)”

(Sumber: https://almanhaj.or.id/3573-ar-rabb-yang-maha-mengatur-dan-menguasai-alam-semesta.html)

Setelah paham bahwa Allah adalah Tuhan yang harus di-Esa-kan, next step nya kita mesti paham bahwa ternyata Dia juga yang punya diri kita. Diri kita ini bukan punya kita sendiri. Sudah ada Pemiliknya, dan sudah ada Pemeliharanya. Sudah ada juga Pengaturnya. Makanya nggak heran kalau orang suka bilang, rezeki, jodoh, maut ada di tanganNya. Ternyata ini maksudnya…

He makes the rules, we follow them. Not we make our own rules. Terserah deh Ya Allah, mau gimana arahnya, mau kemana aku dibawa, tugas aku ternyata bukan bersungut-sungut dan nanya “kenapa”? Tugas aku ternyata cuma senyum dan ikhlas dan ridho dan bersyukur, mencoba paham lewat semua kejadian dalam hidup  bahwa Engkau memang yang punya tugas sebagai Pemilik, Pengatur, dan Pemelihara hidup aku.

Tapi gimana caranya ya Allah, untuk paham? Untuk percaya? Untuk yakin dengan semua keputusan-keputusanmu selaku Pemilik, Pemelihara, dan Pengaturku?

  1. Al-A’leem – The Al Knowing 157 kali

Enter the third most oft-mentioned Name in the Qur’an. He is Al-A’leem. The Al-Knowing.

Karena dia tahu apa yang paling aku butuhkan. Dia tahu yang paling aku inginkan. Dia tahu apa yang baik dan bagus untuk diriku.

Let Him take care of my affairs…And let me call Him by His Name “Ya A’leem…Truly You are All Knowing, and I know nothing…so guide me, don’t leave me alone.”

  1. Ar-Rahiim – The Most Beneficent 123 kali

Selain Allah Maha Mengetahui, Dia juga Maha Pengasih, yang kebaikanNya meliputi semua makhluk.

Dia sayang sama semua orang, dan semua makhluk dikasih kesempatan, dikasih fasilitas dengan balutan kasih sayangnya. Dan Dia menetapkan takdir-takdir dan memelihara makhlukNya dengan penuh kasih sayang.

Selalu ingin memberikan dan memberikan berbagai hal yang dibutuhkannya, yang diinginkan, baik yang diminta ataupun yang bahkan lupa diminta karena memang nggak aware bakal butuh itu.

  1. Al-Hakeem – The Most Wise 91 kali

Dan disaat kita udah paham bahwa Dia adalah Penguasa, Pengatur dan Pemelihara yang Maha Mengetahui dan Maha Pengasih, kemudian kita seringnya dihantam oleh kenyataan nggak enak yang harus kita hadapi dalam hidup. Kita mulai bertanya-tanya lagi, kenapa? Kenapa kayak begini?

Di saat itulah kita mesti paham bahwa yang namanya Allah itu juga Maha Bijaksana. Dia akan memberikan kita sesuatu, yang kelihatannya pahit, tapi ternyata ada wisdom besar dibaliknya. Dan nanti akan ada waktunya, dear self, ada waktunya kamu akan paham dan diberi tahu hikmah-hikmah yang tersembunyi, hikmah-hikmah besar di balik kejadian-kejadian yang kelihatannya nggak enak.

Dan disitulah kamu akan lihat dan kenal dengan Allah sebagai Al-Hakim. Yang Paling Bijaksana. Yang emang paling tahu deh. Paling bisa ngatur.

  1. Al-Ghafuur – The Acceptor of Repentance 91 kali

Ketika kamu sering lupa bahwa Allah adalah Dia yang Maha Bijaksana, Dia yang paling paham hidup dan apa yang bagus untuk kamu, namun kamu kekeuh ngikutin nafsu dan keinginanmu dan sumbu pendekmu, dear self, dan kamu jatuh ke lubang yang memang manusiawi banget – lubang lupa dan dosa – maka ini saatnya kamu kenal dengan namaNya yang lain, Al-Ghafuur.

Yang Paling Maha Menerima Taubat. 91 kali disebutkan di Al-Qur’an, sama dengan jumlah disebutkannya kata Al-Hakeem.

Dia Maha Menerima Taubat. Dan cuma Dia yang memang bisa dimintakan penerimaan taubat. Mau ke mana lagi? Untungnya Dia Maha Penerima Taubat. Sering-sering suwun dan taubat, ya, dear self…Apalagi jika kamu tahu sudah kelewatan…sudah terlalu sering, dan sudah membuat ibadah dan iman jadi berkurang. It’s time to go back to Him.

  1. Ar-Rahmaan – The Most Merciful 57 kali

Dan setelah kamu bertaubat, serius menjalani kehidupan yang baik dan menutup cerita lama dan dosa lama, kamu akan temui bahwa Dia adalah Ar-Rahmaan, Maha Penyayang. Dia Maha Penyayang untuk hamba-hambaNya yang punya iman dan takwa. Yang tahu diri dan mau bertaubat. Yang tahu diri dan mau terus berusaha memperbaiki diri. Semoga aqyu dan kamyu termasuk di dalam orang-orang yang sudah kenal dan lihat sendiri dengan Allah sebagai Ar-Rahmaan ya…Aamiiin…

Wow, it’s like a process of the spiritual journey of our soul ya! Indeed…mempelajari Asmaul Husnaa mempunyai efek semakin sadar bahwa emang hidup kita ini cuma untuk berproses dalam menyembah dan beribadah kepada Allah, menjadi hamba-Nya yang hqq…

Photo by Adam Torres on Unsplash 

Leave a Comment